Today

Bisnis Gudang Modern Meledak, Okupansi Tembus 95% di Tengah-boom E-Commerce

Dimas Prayoga

Ilustrasi gudang pabrik modern

Jakarta — Segmen pergudangan modern di Indonesia mencatat pertumbuhan paling pesat dibanding subsektor properti industri lainnya. Lonjakan aktivitas e-commerce, kebutuhan rantai pasok yang efisien, serta meningkatnya standar penyimpanan barang mendorong permintaan gudang modern terus meroket dari tahun ke tahun.

Berbeda dengan gudang tradisional yang umumnya hanya berupa bangunan sederhana, gudang modern hadir dengan spesifikasi teknis jauh lebih tinggi. Ceiling height yang lebih lapang, lantai bertingkat, hingga kekuatan struktur lantai untuk menopang beban berat menjadi standar baru dalam pengembangan logistik modern.

Okupansi Mendekati 95 Persen

Head of Research & Consultancy CBRE Indonesia Anton Sitorus mengungkapkan, okupansi gudang modern mencapai tingkat yang sangat tinggi. “Okupansi modern logistic ini sangat tinggi, bahkan mendekati 95 persen pada akhir tahun lalu,” ujar Anton dalam konferensi pers di Mori Tower Jakarta, Rabu (11/2/2026).

Pengguna utama fasilitas ini berasal dari perusahaan third party logistics (3PL), e-commerce, hingga perusahaan FMCG dan elektronik. Banyak perusahaan memilih menyewa daripada membangun sendiri demi fleksibilitas dan efisiensi biaya operasional.

Keterbatasan Pasokan Jadi Faktor Penyokong

Keterbatasan pasokan menjadi faktor lain yang menjaga tingginya tingkat hunian gudang modern. Tidak semua pengembang mampu memenuhi standar teknis yang memerlukan investasi awal cukup besar, termasuk pengendalian suhu dan sistem otomatisasi.

“Pergudangan modern punya spesifikasi berbeda dengan gudang tradisional, mulai dari raised floor sampai standar kekuatan lantai yang lebih tinggi,” tambah Anton. Gudang modern dirancang untuk mendukung efisiensi operasional dan penanganan barang yang lebih kompleks.

Lokasi Strategis Jadi Incaran Utama

Anton menilai tren ini masih akan berlanjut dalam beberapa tahun ke depan, seiring pertumbuhan perdagangan digital dan kebutuhan distribusi barang yang semakin cepat. Lokasi di sekitar jalur tol dan kawasan industri menjadi incaran utama pengembangan gudang baru.

Meski demikian, persaingan antar pengembang diperkirakan akan semakin ketat, terutama dalam hal inovasi desain dan integrasi teknologi logistik. Gudang bertingkat dengan akses truk hingga lantai atas mulai menjadi pemandangan baru di beberapa kawasan industri.

“Dengan perkembangan bisnis dan kebutuhan penyimpanan yang semakin kompleks, permintaan modern logistic akan terus meningkat dan menjadi salah satu sektor properti industri paling menjanjikan,” ujar Anton.

Related Post

Leave a Comment