Today

CBDK Raup Laba Rp542 Miliar di Q1 2026, PIK2 Jadi Mesin Uang Utama

CBDK laba melesat 317% strategi monetisasi kawasan CBD PIK2

Jakarta — PT Bangun Kosambi Sukses Tbk (CBDK) mencatatkan lonjakan laba bersih hingga 317 persen pada kuartal pertama 2026. Pencapaian ini menempatkan CBDK sebagai salah satu emiten properti dengan pertumbuhan tercepat di Indonesia.

Perseroan mengantongi pendapatan sebesar Rp743 miliar sepanjang Januari hingga Maret 2026. Angka ini naik 74 persen dibanding periode yang sama tahun lalu. Laba bersih yang dapat diatribusikan kepada entitas induk pun melesat tajam menjadi Rp542 miliar.

Kaveling Tanah Komersial Jadi Penopang Utama

Penjualan kaveling tanah komersial di kawasan Central Business District (CBD) PIK2 menjadi motor penggerak utama. Segmen ini mencatatkan pertumbuhan fantastis sebesar 492 persen secara tahunan. Kontribusi dari penjualan lahan komersial tersebut menempati posisi sebagai penyumbang terbesar bagi total pendapatan perseroan.

Selain kaveling tanah, CBDK juga mengandalkan beberapa proyek komersial strategis. Di antaranya SOHO Manhattan, SOHO Wallstreet, Bizpark PIK2, Rukan Milenial, dan Rukan Asia Afrika. Proyek-proyek ini menjadi bagian dari ekosistem kawasan terpadu yang terus dikembangkan perusahaan.

Aset Rp22,4 Triliun dan Land Bank Luas

Hingga 31 Maret 2026, total aset CBDK tercatat mencapai Rp22,4 triliun. Angka ini mencerminkan fondasi keuangan yang sangat kokoh bagi pengembang properti tersebut. Perseroan juga menguasai land bank seluas 694 hektare yang seluruhnya berada di kawasan CBD PIK2.

Presiden Direktur CBDK, Steven Kusumo, menegaskan bahwa capaian ini menjadi bukti keberhasilan strategi monetisasi kawasan bisnis yang dicanangkan perusahaan.

“Pertumbuhan kinerja pada awal tahun ini menunjukkan bahwa strategi monetisasi kawasan bisnis yang kami bangun di CBD PIK2 terus menghasilkan momentum yang positif,” ujar Steven Kusumo kepada wartawan di Jakarta, Jumat (15/5).

Genjot Pendapatan Berulang lewat NICE dan Hilton

Untuk memastikan pertumbuhan berkelanjutan, CBDK kini fokus menguatkan ekosistem kawasan guna mendongkrak sumber pendapatan berulang. Nusantara International Convention Exhibition (NICE) mulai beroperasi dan menjadi salah satu katalis utama pertumbuhan.

Proyek prestisius Hotel Hilton PIK2 juga terus dikebut sebagai bagian dari diversifikasi usaha. Kedua proyek ini diharapkan menjadi penopang pendapatan jangka panjang bagi perseroan.

“Ke depan, fokus CBDK tidak hanya pada pertumbuhan penjualan, tetapi juga pada penguatan ekosistem kawasan serta pembangunan sumber pendapatan berulang yang berkelanjutan,” tutup Steven optimistis.

Pencapaian CBDK di awal 2026 ini memberikan sinyal positif bagi sektor properti nasional. Strategi monetisasi kawasan terpadu terbukti mampu menghasilkan pertumbuhan yang signifikan di tengah kondisi pasar yang masih penuh tantangan.

Related Post

Leave a Comment