Jakarta — Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) menyiapkan dana Rp14 hingga Rp16 triliun untuk proyek hunian vertikal bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) di atas lahan hibah milik Lippo Grup. Proyek ambisius ini menargetkan 140 ribu unit rumah di kawasan Meikarta, Cikarang, Jawa Barat. Langkah ini menjadi kelanjutan dari program Prabowo yang menggenjot bedah rumah 2026 dengan target 400 ribu unit.
Danantara Gerak Cepat Bangun 18 Tower Raksasa
Chief Executive Officer Danantara Rosan Roeslani mengungkapkan, tahap pertama pembangunan akan menghadirkan 18 tower setinggi 32 lantai di atas lahan seluas 12,8 hektare. Skema pembiayaan mencakup dukungan penuh dari perusahaan pelat merah, mulai dari sektor konstruksi hingga perbankan.
“Itu perhitungannya kalau ini jadi dengan 32 lantai more less ya kurang lebih ya itu antara range-nya antara Rp 14 sampai Rp 16 triliun,” ujar Rosan di Cikarang.
Lippo Grup Hibahkan 30 Hektar Lahan Strategis
Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait menjelaskan, Lippo Grup menghibahkan lahan di kawasan Meikarta sekitar lebih dari 30 hektare. Nilai tanah tersebut berkisar Rp15 hingga Rp20 juta per meter persegi, sehingga total senilai Rp4,5 hingga Rp6 triliun. Proyek ini melengkapi proyek rusun subsidi Meikarta sebanyak 141 ribu unit yang sudah dikebut sebelumnya.
“30 hektar luar biasa. (Perhitungan) dari tim Danantara kurang lebih (menghasilkan) 140 ribu unit. Kalau tapak (140 unit hunian) dia perlu 1200 ha,” terang Ara di Kawasan Cikarang, Minggu (8/3).
Cicilan Rakyat Ditanggung Hingga 30 Tahun
Pembiayaan hunian MBR ini akan dilaksanakan melalui subsidi APBN dan perbankan, mulai dari bank Himbara hingga perbankan swasta. Perpanjangan tenor hingga 30 tahun menjadi kunci agar cicilan tidak memberatkan masyarakat berpenghasilan rendah. Skema ini sejalan dengan BTN yang kini menggenjot akses warga tanpa rekening bank untuk memiliki rumah subsidi.
“Kita naikkan tenor cicilan rakyat Indonesia menjadi 30 tahun. Supaya rakyat cicilannya nggak berat,” sebut Ara.
Dampak Multiplier Efek Luar Biasa ke Ekonomi Nasional
Rosan menegaskan, proyek ini merupakan sejarah baru karena dalam satu proyek dapat menghasilkan 140 ribu unit hunian. Sektor perumahan memiliki dampak multiplier efek terhadap pertumbuhan ekonomi nasional yang signifikan.
“Kalau dibayangkan itu banyak sekali. Dan multiplier effect akan luar biasa dari penciptaan lapangan kerja, dari segi pemberdayaan masyarakat sekitar, dari peningkatan ekonomi, dan akan menjalankan roda perekonomian,” jelasnya.
Ketua Satuan Tugas Perumahan Hashim Djojohadikusumo menambahkan, latar belakang program hunian ini akan berdampak besar karena melibatkan lebih dari 180 bidang ekonomi terkait bisnis properti, konstruksi, dan perumahan. Seluruh rakyat Indonesia, bukan hanya 140 ribu keluarga penerima manfaat, bakal merasakan manfaatnya.













