Saturday, 30 May 2026

Gen Z Ramai-ramai Incar Rumah Bekas, Harga Terjangkau dan Legalitas Jelas Jadi Alasan Utama

Rumah Second Incaran Gen Z - Pasar Properti Sekunder

Jakarta — Generasi Z mulai menunjukkan keberanian lebih besar di pasar properti, namun bukan dengan cara yang selama ini diperkirakan banyak pengamat. Alih-alih mengincar rumah baru di kawasan suburban, anak-anak muda ini justru berbondong-bondong menyasar rumah bekas yang harganya jauh lebih ramah di kantong.

Anggota Satgas Perumahan sekaligus Pengamat Properti, Panangian Simanungkalit, menyebut tren ini sebagai momentum langka yang sayang untuk dilewatkan. Menurutnya, pasar sekunder kini menjadi jalur masuk paling realistis bagi Gen Z yang selama ini hanya bisa bermimpi memiliki hunian sendiri.

Rumah Bekas Bukan Lagi Pilihan Kelas Dua

Selama ini, rumah bekas sering dianggap sebagai opsi kelas dua oleh masyarakat Indonesia. Anggapan itu kini berubah seiring kesadaran Gen Z bahwa legalitas aset yang sudah jelas justru menjadi keunggulan utama yang tak dimiliki rumah inden atau rumah baru di kawasan berkembang.

“Properti saat ini on the track karena ada momentum rumah second ke pasar sekunder. Ini menjadi peluang besar khususnya bagi Gen Z untuk mulai masuk ke pasar properti dengan legalitas yang sudah jelas dan harga yang masih kompetitif,” ujar Panangian di Jakarta, Rabu (20/5/2026).

Infrastruktur Matang, Harga Tanah Masih Murah

Keunggulan lain yang membuat rumah bekas begitu menarik adalah lokasinya yang sudah berada di kawasan hidup. Berbeda dengan rumah baru di pinggiran kota yang masih menunggu pembangunan jalan, sekolah, hingga fasilitas kesehatan, rumah second umumnya sudah dikelilingi infrastruktur yang terbentuk sempurna.

Bahkan, banyak rumah bekas yang berada di lokasi premium dengan harga tanah yang masih mengacu pada nilai puluhan tahun lalu. “Ibaratnya, kita beli tanahnya saja sudah untung,” kata Panangian. Bagi yang mencari solusi cicilan lebih ringan, skema KPR take over bisa menjadi alternatif menarik.

Puluhan Ribu Aset Siap Dilelang, Gen Z Diminta Siap-siap

Dalam waktu dekat, pasar properti nasional akan diramaikan oleh pelepasan puluhan ribu aset rumah second melalui mekanisme lelang. Properti yang dipasarkan terdiri dari berbagai segmen mulai dari rumah subsidi, rumah komersial, apartemen hingga kavling dengan harga yang bervariasi.

Panangian memastikan rumah-rumah yang dipasarkan telah melalui proses pengecekan legalitas sehingga masyarakat tidak perlu khawatir terkait status kepemilikan maupun administrasi aset. Skema KPR floating rate yang rentan naik juga perlu diperhatikan bagi yang berencana mengambil cicilan rumah bekas.

Rumah Second Bisa Jadi Motor Pertumbuhan Properti Baru

Panangian optimistis penguatan pasar sekunder akan memberikan dampak positif terhadap industri properti nasional sekaligus memperluas akses kepemilikan rumah bagi masyarakat muda.

“Selama ini masyarakat terlalu fokus pada rumah baru, padahal rumah second juga memiliki value yang tinggi. Dengan edukasi yang tepat, pasar sekunder bisa menjadi salah satu motor baru pertumbuhan sektor properti nasional,” tutur Panangian.

Fenomena ini menunjukkan pergeseran paradigma yang signifikan dalam dunia properti Indonesia. Gen Z membuktikan bahwa memiliki rumah bukan lagi soal gengsi memiliki hunian baru, melainkan soal kecerdasan finansial dalam memilih aset yang tepat di waktu yang tepat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *