Saturday, 30 May 2026

Properti Tegal Melesat 30 Persen di Awal 2026, Ciputra Group Raup Permintaan Tinggi

Pasar Properti Tegal Bertumbuh CitraLand Naik 30 Persen Awal 2026

Jakarta — Pasar properti di Kota Tegal, Jawa Tengah, membuktikan diri tetap moncer di tengah tekanan ekonomi nasional. CitraLand Tegal milik Ciputra Group mencatat penjualan melonjak hingga 30 persen sepanjang awal 2026 dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Angka ini jadi sinyal kuat bahwa permintaan hunian menengah-premium di kota kecil Jawa Tengah masih sangat bergairah. Fenomena ini mengingatkan pada tren serupa di Tangerang yang kini menjadi incaran baru pencari rumah.

Konsumen Makin Selektif, Lokasi Jadi Penentu Utama

Project Manager CitraLand Tegal Yusuf Fakhrudin memaparkan bahwa konsumen kini jauh lebih teliti sebelum memutuskan membeli rumah. Faktor lokasi strategis, kualitas lingkungan, fasilitas kawasan, hingga potensi investasi jangka panjang menjadi kalkulasi wajib dalam pengambilan keputusan.

“Kami sangat bersyukur, penjualan awal tahun 2026 tumbuh dibanding awal tahun 2025, meningkat sekitar 30%,” ujarnya dalam keterangan resmi, Kamis (28/5/2026).

Yusuf menilai segmen menengah dan premium menjadi penopang utama pertumbuhan pasar properti Tegal. Kebutuhan rumah tinggal dari keluarga muda yang baru mapan serta minat investasi properti dari kalangan profesional dan pengusaha lokal maupun luar kota ikut menggerakkan roda penjualan.

Cluster Brandella Laris Manis, 80 Persen Target Tercapai

Produk unggulan yang jadi mesin pertumbuhan CitraLand Tegal adalah Cluster Brandella. Cluster ini mengusung konsep modern minimalis dengan lingkungan premium di atas lahan sekitar 3 hektare. Total rencana pengembangannya mencapai 160 unit rumah dengan 8 tipe berbeda, mulai dari Rochelia hingga Vallora, dengan kisaran harga Rp1,4 miliar hingga Rp2,1 miliar. Harga ini masih relatif terjangkau dibanding rumah subsidi di Meikarta yang mulai dijual September 2026.

Lima dari delapan tipe rumah — Rochelia, Pachelia, Cordia, Liora, dan Ellisia — bahkan sudah habis terjual. Sementara itu, tipe terbaru Azolla dan Vallora yang baru diluncurkan Mei 2026 mendapat respons positif dari pasar. Secara year to date, penjualan Cluster Brandella sudah menembus sekitar 80 persen dari target perusahaan tahun ini.

Beberapa unit di cluster ini juga mulai mengusung konsep green building yang lebih efisien dan ramah lingkungan. Tren ini sejalan dengan permintaan pasar yang makin sadar akan keberlanjutan hunian.

Properti Komersial Habisan, Tegal Jadi Magnet Investasi

Bukan hanya segmen residensial yang bergairah. Seluruh unit rumah toko atau ruko di kawasan CitraLand Tegal sudah habis terjual sejak 2022. Kawasan komersial tersebut kini berkembang menjadi pusat aktivitas bisnis mulai dari klinik kecantikan, kafe, kuliner, kantor, hingga retail jasa.

“Yang dibeli konsumen bukan hanya rumah, tetapi juga kualitas lingkungan, kenyamanan, keamanan, dan nilai investasi jangka panjang,” kata Yusuf.

Pertumbuhan infrastruktur di Kota Tegal turut menjadi faktor penguat. Aksesibilitas yang makin baik membuat kota ini semakin menarik bagi pembeli dari luar wilayah. Properti masih dipandang sebagai instrumen investasi yang relatif aman dan stabil di tengah dinamika ekonomi nasional yang penuh ketidakpastian, meski rantai pasok properti sempat porak-poranda akibat fluktuasi rupiah.

Data dari CitraLand Tegal menegaskan tren positif ini bukan sekadar euforia sesaat. Permintaan hunian menengah-premium di kota-kota tingkat kedua seperti Tegal justru menunjukkan ketahanan yang menggembirakan di tengah gejolak pasar properti nasional.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *