Jakarta — Pasar properti mewah Indonesia kedatangan pemain baru yang menarik perhatian. ThirdHome, klub pertukaran rumah liburan kelas dunia, resmi ekspansi ke Tanah Air dengan fokus pada destinasi Bali, Lombok, dan Sumba. Langkah ini menandai semakin ramainya gelombang investasi asing di sektor hunian premium Indonesia. Di tengah ketidakpastian ekonomi global, banyak investor mulai melirik properti sebagai alternatif emas atau instrumen investasi lainnya.
ThirdHome Tawarkan Konsep Baru Pemilik Rumah Kedua
ThirdHome bukan sekadar platform sewa properti biasa. Klub yang didirikan tahun 2010 ini mengusung model pertukaran rumah mewah antarpemilik. Setiap anggota menawarkan dua minggu waktu di rumah kedua mereka, lalu menerima “Keys” atau kredit perjalanan yang bisa digunakan untuk menginap di properti anggota lain di seluruh dunia.
Konsep ini memungkinkan pemilik rumah mewah memanfaatkan propertinya bahkan saat tidak ditempati, tanpa harus repot mengurus penyewaan jangka pendek. Sebagai gantinya, mereka mendapatkan akses ke jaringan 30.000 rumah liburan di lebih dari 2.500 destinasi di 100 negara.
Portofolio Global dengan Nilai Rata-rata USD 2,4 Juta
Cakupan ThirdHome terbilang masif. Dengan lebih dari 150 mitra resort mewah termasuk The Ritz-Carlton dan Minor Vacation Club, klub ini telah menciptakan hampir 100.000 pertukaran sejak diluncurkan. Nilai rata-rata properti dalam jaringannya mencapai USD 2,4 juta per unit.
Di Indonesia sendiri, ThirdHome sudah memiliki koleksi kurasi hampir 100 rumah kedua, vila, dan residensi spektakuler. Jumlah ini diperkirakan meningkat pesat setelah peluncuran resmi grup di negara tersebut.
Bali Jadi Magnet Utama Ekspansi
“Indonesia adalah pilihan yang jelas untuk fase ekspansi kami berikutnya di Asia Tenggara. Status global Bali dan kepadatan rumah kedua mewah yang luar biasa, dikombinasikan dengan kehadiran kami yang sudah mapan di Australia, menjadikannya pasar yang menarik,” kata Wade Shealey, pendiri sekaligus CEO ThirdHome.
Fakta bahwa portofolio ThirdHome di Indonesia tumbuh hampir 100 properti hanya melalui permintaan organik menjadi bukti kuat bahwa pasar hunian mewah Tanah Air memiliki potensi besar. Kombinasi antara daya tarik global Bali dan kepadatan properti premium menjadikan Indonesia sebagai perbatasan ekspansi berikutnya yang strategis. Minat terhadap properti hospitality di Bali dan Lombok juga terlihat dari langkah pengembang lain seperti proyek hunian resort di PIK2.
Dampak ke Pasar Properti Premium Domestik
Kehadiran ThirdHome memberikan sinyal penting bagi pelaku pasar properti premium Indonesia. Model pertukaran rumah ini membuka peluang baru bagi pemilik vila mewah di Bali, Lombok, dan Sumba untuk memaksimalkan nilai investasi propertinya tanpa harus menjual atau menyewakan secara konvensional.
Seiring dengan pertumbuhan kelas menengah atas Indonesia yang semakin cermat dalam memilih gaya liburan, permintaan terhadap hunian premium berkonsep unik diprediksi terus meningkat. ThirdHome hadir sebagai jawaban atas tren tersebut, sekaligus memperkuat posisi Indonesia sebagai salah satu destinasi hunian mewah paling diminati di kawasan Asia Tenggara. Fenomena ini menunjukkan bahwa properti mewah tetap diminati meskipun rumah seharga Rp80 miliar bisa laku keras di tengah anomali pasar.











