Jakarta — Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) memastikan pembangunan IKN terus berjalan meski Mahkamah Konstitusi (MK) menetapkan Jakarta tetap sebagai Ibu Kota Indonesia. Keberlanjutan proyek raksasa ini ditopang oleh kepercayaan investor yang telah menyalurkan dana senilai Rp72,39 triliun.
Juru Bicara Otorita IKN, Troy Pantouw, menegaskan bahwa capaian investasi tersebut menjadi bukti nyata bahwa pembangunan Nusantara tidak berhenti. “Total angka estimasi investasi sebesar Rp72,39 triliun ini menunjukkan bahwa kepercayaan terhadap IKN terus berjalan. Pembangunan Ibu Kota Nusantara adalah masa depan kota Indonesia,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Minggu (31/5/2026).
Investasi Swasta Dominasi Pembiayaan IKN
Dari total Rp72,39 triliun, investasi swasta murni menyumbang Rp60,29 triliun, sedangkan sisanya sebesar Rp12,10 triliun berasal dari fasilitas publik dan penugasan Kementerian/Lembaga (K/L). Secara keseluruhan, telah terdapat 75 Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan 65 pelaku usaha dalam investasi swasta murni, serta 15 penugasan kepada K/L.
Komposisi investasi menunjukkan keterlibatan pelaku usaha nasional dan internasional. Dari total 75 PKS, sebanyak 11 PKS berasal dari investor asing dengan 8 perusahaan dari 6 negara, yaitu Korea Selatan, Tiongkok, Uni Emirat Arab, Rusia, Malaysia, dan Singapura. Sementara 64 PKS lainnya berasal dari pelaku usaha dalam negeri. Minat asing terhadap properti Indonesia juga terlihat dari antusiasme taipan properti Australia yang menggelar roadshow di Indonesia.
Sektor Hunian Jadi Fokus Utama
Kehadiran investasi terlihat pada berbagai sektor strategis, mulai dari hunian, infrastruktur, energi, akomodasi, pusat olahraga, hingga fasilitas komersial. Sektor hunian menjadi salah satu fokus utama mengingat IKN membutuhkan pemukiman bagi ribuan pegawai pemerintah dan masyarakat umum yang akan beraktivitas di kawasan tersebut.
Pembangunan hunian di IKN juga sejalan dengan tren desain rumah modern. Para pengembang mulai menerapkan konsep tren desain hunian 2026 yang mengutamakan efisiensi energi dan kenyamanan.
Aktivitas perekonomian juga mulai tumbuh di kawasan Nusantara, termasuk melalui bisnis makanan, minuman, dan usaha penunjang kebutuhan masyarakat lainnya. Masuknya pelaku usaha merek ternama seperti Roti’O menjadi contoh bagaimana pelaku bisnis melihat peluang jangka panjang di Nusantara.
Troy menambahkan bahwa investasi yang masuk memberikan sinyal bahwa para investor mulai membaca IKN sebagai pasar masa depan. “Ketika infrastruktur dasar, hunian, energi, layanan publik, dan aktivitas ekonomi mulai terbentuk, di situlah kota ini mulai hidup. Investasi ini menjadi jembatan dari pembangunan menuju kehidupan kota,” tutupnya.
Dukungan infrastruktur juga mengalir deras dari pemerintah pusat. Anggaran Kementerian PU tahun 2026 yang terserap Rp33,49 triliun menjadi bukti keseriusan pemerintah dalam membangun konektivitas pendukung IKN.













