Jakarta — PT Kereta Api Indonesia (KAI) mengumumkan proyek ambisius yang bakal mengubah wajah kawasan Stasiun Manggarai. Anak usaha BUMN berplat merah itu akan membangun apartemen di atas lahan seluas 2,1 hektare (ha) milik KAI, tepatnya di sekitar stasiun komuter tersibuk di Ibu Kota. Harga unit yang ditawarkan mulai dari Rp500 juta per unit, menjadikannya salah satu opsi hunian terjangkau di kawasan strategis Jakarta Selatan.
Proyek ini menjadi kelanjutan dari rencana besar KAI yang sebelumnya telah mengumumkan pengembangan kawasan Manggarai menjadi CBD setara SCBD atas arahan langsung Presiden Prabowo. Dengan hadirnya apartemen ini, kawasan Manggarai semakin lengkap sebagai integrated transit hub yang menggabungkan transportasi, bisnis, dan hunian.
Groundbreaking Juli 2026, Rampung Akhir 2027
Proyek ini akan dikerjakan oleh PT KA Properti Manajemen, entitas anak PT KAI yang fokus pada pengembangan aset properti. Direktur Komersial PT KA Properti Manajemen Endiyanto memastikan bahwa proses konstruksi akan dimulai pada Juli 2026 mendatang.
“Kami akan coba canangkan mulai groundbreaking di sekitar Juli nanti. Harapannya, akhir 2027 kita sudah bisa selesaikan konstruksinya,” ujar Endiyanto saat ditemui di Menara BTN, Jumat (22/5/2026).
Tujuh Tower Setinggi 24 Lantai dengan Dua Konsep Berbeda
Kawasan hunian vertikal ini akan terdiri dari tujuh tower setinggi 24 lantai. Secara total, proyek ini menyediakan 4.642 unit hunian yang dibagi menjadi dua blok dengan konsep berbeda.
Blok F menargetkan segmen premium dengan 3.432 unit hunian. Sementara itu, Blok G diperuntukkan bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) dan Masyarakat Berpenghasilan Tertentu (MBT) dengan total 1.210 unit.
“Untuk Blok G tipe unitnya adalah tipe 36 dan tipe 45. Secara harga, untuk tipe MBR kami buka mulai dari angka Rp500 juta sampai Rp630 juta untuk luasan 45,” tambah Endiyanto.
Lokasi Strategis Dekat Stasiun Manggarai
Keunggulan utama proyek ini terletak pada lokasinya yang berdekatan langsung dengan Stasiun Manggarai. Stasiun ini merupakan salah satu hub komuter utama yang melayani rute Bogor, Depok, Bekasi, dan Cikarang. Aksesibilitas yang tinggi menjadi nilai jual kuat bagi calon pembeli yang bekerja di berbagai kawasan bisnis Jakarta.
Kawasan Manggarai sendiri sedang dalam proses transformasi besar-besaran. Pengembangan integrasi transportasi dan kawasan transit yang lebih modern menjadikan area ini salah satu lokasi paling prospektif untuk investasi properti di Jakarta.
Solusi Hunian Terjangkau di Tengah Harga Material Melonjak
Di tengah tekanan harga material bangunan yang terus meningkat akibat pelemahan rupiah, kehadiran hunian seharga Rp500 juta di kawasan Jakarta Selatan menjadi angin segar. Sejumlah pengembang swasta saat ini membanderol harga unit serupa di kawasan pinggiran Jakarta, namun dengan jarak tempuh yang jauh lebih jauh dari pusat kota.
Proyek KAI ini menawarkan alternatif menarik bagi masyarakat yang mencari hunian strategis dengan harga terjangkau. Integrasi langsung dengan jaringan kereta komuter memberikan kemudahan akses yang sulit ditandingi oleh kawasan hunian lain di sekitar Jakarta.
Kehadiran apartemen KAI ini juga menjadi sinyal positif di tengah penjualan rumah yang anjlok 25 persen di awal 2026. Dengan harga yang kompetitif dan lokasi premium, proyek ini berpotensi menjadi magnet baru bagi pembeli rumah pertama maupun investor properti.














