Jakarta — Stasiun Manggarai yang selama ini dikenal sebagai simpul transportasi padat bakal berubah wajah drastis. PT Kereta Api Indonesia (KAI) menyiapkan kawasan seluas 62 hektare di sekitar stasiun itu untuk menjadi pusat bisnis baru bernama Transit Oriented Development (TOD) Manggarai.
Bos KAI Bobby Rasyidin memastikan pengembangan ini bukan sekadar proyek apartemen biasa. Kawasan TOD Manggarai akan menggabungkan hunian vertikal, gedung perkantoran, area komersial, hingga fasilitas hiburan dalam satu kawasan terintegrasi. Rencana ini sejalan dengan tren industri properti Indonesia yang mengarah ke hunian berkelanjutan dengan investasi Rp75 triliun.
Presiden Prabowo Minta Manggarai Setara SCBD
Rencana ambisius ini ternyata bukan inisiasi semata-mata KAI. Bobby mengungkapkan bahwa Presiden Prabowo Subianto secara langsung meminta agar kawasan Manggarai didesain menjadi CBD kedua Jakarta yang setara SCBD.
“Jadi, bapak presiden itu berpesan kepada saya, tolong itu didesain menjadi CBD Jakarta yang kedua, yang di situ kalau perlu itu ada convention hall bintang lima, hotel bintang lima, dan kawasan leisure yang bintang lima juga,” kata Bobby.
Tahap Awal: Tiga Tower di Atas Lahan 2,2 Hektare
Pembangunan akan dimulai secara bertahap. Pada tahap pertama, KAI akan membangun tiga tower apartemen di atas lahan seluas 2,2 hektare dengan total area konstruksi 8.000 meter persegi. Tahap kedua menyusul dengan delapan tower tambahan di lahan 1,6 hektare. Proyek ini merupakan kelanjutan dari rencana KAI yang sebelumnya diumumkan, termasuk groundbreaking apartemen Rp500 jutaan di samping Stasiun Manggarai pada Juli 2026.
KAI menargetkan konstruksi dimulai pada Juli hingga Agustus 2026. Proses pembangunan dan serah terima unit ditargetkan selesai dalam waktu sekitar 13 bulan.
Unit Lebih Besar dari Hunian Subsidi
Berbeda dengan apartemen subsidi pada umumnya, unit-unit TOD Manggarai dirancang dengan ukuran lebih lapang. Setiap unit memiliki luas antara 45 meter persegi hingga 54 meter persegi, cocok untuk keluarga yang sedang bertumbuh.
“Nah, ini kita sudah pikirkan bahwa unit ini itu akan bisa digunakan untuk keluarga-keluarga yang bertumbuh,” ujar Bobby.
BTN Jadi Mitra Pembiayaan
Untuk memastikan program ini berjalan mulus, KAI menggandeng Bank Tabungan Negara (BTN) sebagai mitra pembiayaan konstruksi sekaligus penyedia KPR bagi calon pembeli. Kolaborasi dua BUMN ini menunjukkan komitmen serius pemerintah dalam merealisasikan program 3 juta rumah. BTN sendiri sebelumnya telah meluncurkan program KPR dengan bunga fixed 2,5 persen untuk mendukung kepemilikan rumah masyarakat.
Kawasan TOD Manggarai menjadi bukti bahwa konsep hunian transit-oriented bukan lagi wacana. Jakarta bakal punya pusat bisnis baru yang terhubung langsung dengan jaringan kereta api, LRT, dan MRT — sebuah model perkotaan yang sudah lama diterapkan di Tokyo dan Singapura.













