Today

Komunitas Horor Jepang Berburu Rumah Angker di Indonesia, Tawarkan Rp50 Juta untuk Rekomendasi

Taman Festival Bali lokasi angker yang menjadi incaran komunitas pemburu horor Jepang

Jakarta — Sebuah organisasi pemburu lokasi angker asal Jepang bernama ANNYA tengah gencar mencari rumah atau bangunan berhantu di Indonesia. Mereka membuka sayembara bagi masyarakat lokal untuk merekomendasikan properti mistis, dengan imbalan hadiah Rp50 juta jika lokasi yang diusulkan terpilih menjadi venue acara uji nyali berbayar.

Pendiri ANNYA, Kenbo Kiriki, mengungkapkan ketertarikan organisasinya terhadap Indonesia bermula dari kecintaannya terhadap Tanah Air. Setelah enam tahun menggelar berbagai acara bertema horor dan eksplorasi rumah berhantu di Jepang, ANNYA kini memperluas sayap operasionalnya ke Asia Tenggara. Fenomena ini menarik ditinjau dari sisi anomali pasar properti Indonesia di mana segmen mewah justru lebih bergairah dibanding menengah.

Syarat Utama: Harus Benar-Benar Ada Hantunya

Melalui unggahan di media sosial X, ANNYA membuka kesempatan bagi siapa saja untuk mengajukan kandidat lokasi angker. Kiriki menegaskan bahwa lokasi yang dicari bisa berada di wilayah mana pun di Indonesia, namun ada satu kriteria mutlak yang harus dipenuhi.

“Di mana pun tidak masalah asalkan tempat tersebut benar-benar ada hantunya,” ujar Kiriki.

Bukan sekadar rumah tua biasa, ANNYA mencari properti yang memiliki reputasi angker kuat — sering dikaitkan dengan penampakan, memiliki sejarah kelam seperti sengketa maupun kasus kriminal, atau bangunan yang ditinggalkan karena alasan mistis. Minat terhadap properti unik seperti ini mencerminkan bagaimana tren renovasi rumah di Indonesia terus berkembang, termasuk pada bangunan-bangunan bersejarah.

Rencana Operasi di Indonesia

Tim ANNYA mengaku sudah mengantongi sejumlah kandidat lokasi di Indonesia. Dalam waktu dekat, mereka berencana terbang langsung ke Tanah Air untuk melakukan survei dan investigasi mendalam sebelum memutuskan membeli atau menyewa properti tersebut.

Properti yang terpilih akan dijadikan tempat penyelenggaraan acara uji nyali — format yang selama ini menjadi ciri khas ANNYA di Jepang. Peserta akan ditantang menghabiskan waktu semalaman di lokasi berhantu, dari pukul 21.00 hingga 07.00 pagi.

“Kami menyelenggarakan acara di mana peserta menginap di properti yang benar-benar berhantu atau memiliki sejarah kelam mulai pukul 21.00 hingga 07.00 pagi,” kata Kiriki.

Bukan Sekadar Bisnis Horor

Di balik konsep yang tampak eksentrik, ANNYA membangun komunitas penggemar horor yang cukup besar di Jepang. Mereka mengajak peserta merasakan pengalaman langsung menginap di lokasi yang dianggap memiliki aktivitas paranormal, menciptakan cerita dan kenangan yang tak terlupakan.

Model bisnis semacam ini sebenarnya sudah populer di sejumlah negara seperti Jepang, Inggris, dan Amerika Serikat. Beberapa properti bersejarah yang dianggap angker justru mengalami peningkatan nilai jual setelah menjadi destinasi wisata horor. Fenomena ini memunculkan istilah “dark tourism” yang terus berkembang di pasar properti global.

Bagi Indonesia, masuknya ANNYA bisa menjadi sinyal bahwa nilai properti tidak selalu ditentukan oleh kemewahan atau lokasi strategis semata. Cerita dan sejarah di balik sebuah bangunan ternyata bisa menjadi daya tarik tersendiri — bahkan bagi investor asing. Hal ini sejalan dengan tren skema pemilikan rumah yang semakin inovatif, di mana akses terhadap properti terus diperluas ke berbagai segmen masyarakat.

Related Post

Leave a Comment