Today

Menteri Ara Temui Bos BRI, Bahas KUR Perumahan dan Realisasi KPP Rp16,8 Triliun

Fajar Nugroho

Menteri Ara Maruarar Sirait menemui Direktur Utama BRI Hery Gunardi membahas KUR perumahan untuk UMKM dan realisasi KPP nasional

Jakarta — Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Maruarar Sirait bertemu langsung dengan Direktur Utama BRI, Hery Gunardi, pada Senin (25/5/2026) di kawasan Sentra BRI, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta Pusat. Pertemuan itu membahas empat pilar utama: Kredit Usaha Rakyat (KUR) untuk sektor perumahan, realisasi Kredit Program Perumahan (KPP), serta pengembangan rumah subsidi tapak dan rusun.

KUR Perumahan: Bunga Subsidi 5% untuk UMKM

Ara membeberkan bahwa KUR perumahan kini terbuka bagi tiga profesi utama, yaitu kontraktor, pengembang, dan toko bangunan. Kriteria permodalan ditetapkan maksimal Rp10 miliar dengan omset plafon Rp50 miliar.

“Tadinya pinjam di bank seorang UMKM yang berprofesi sebagai kontraktor, bunganya 11%. Dengan subsidi ini, jadi 6%,” ujar Ara.

Skema ini menurut Ara menciptakan kelas menengah baru karena bunga yang diberikan jauh lebih rendah dari pasar. Di sisi demand, plafon Rp100 juta ke bawah tidak mensyaratkan jaminan untuk membeli, membangun, maupun merenovasi rumah.

KPP Nasional Tembus Rp16,8 Triliun, BRI Kuasai 54%

Realisasi Kredit Program Perumahan nasional per 25 Mei 2026 mencapai Rp16,8 triliun. Dari sisi supply, terdapat 1.875 nasabah, sementara dari sisi demand, 78.001 orang telah mengajukan pembiayaan.

BRI menjadi bank penyalur terbesar dengan total Rp9,2 triliun atau menguasai 54% dari realisasi KPP nasional. Capaian ini menempatkan BRI sebagai tulang punggung penyaluran KPR subsidi di Tanah Air.

“Rp8 triliun sudah terserap semua. Sekarang sudah Rp9,2 triliun. Paling lama BRI sudah 100% di bulan April atau awal Mei,” tegas Ara.

Karena antusiasme yang tinggi, BRI menambah kuota penyaluran KPP dari semula Rp8 triliun menjadi Rp12 triliun. Langkah ini memperkuat upaya pemerintah dalam membuka akses KPR bagi warga berpenghasilan rendah.

BRI Siap Jangkau Seluruh Indonesia

Hery Gunardi menegaskan komitmen BRI mendukung program pemerataan ekonomi lewat sektor perumahan. Dengan jaringan lebih dari 7.500 cabang dan unit yang tersebar di seluruh Indonesia, BRI memastikan program ini bisa diakses masyarakat di pelosok negeri.

“Masyarakat ataupun nasabah bisa mendatangi cabang kita yang memang luas, ada di mana-mana, dan program ini berlaku di semua cabang,” tambah Hery.

Pertemuan ini memperkuat sinyal bahwa pemerintah terus mendorong akses pembiayaan perumahan bagi masyarakat berpenghasilan rendah dan UMKM, sejalan dengan program 3 juta rumah yang menjadi agenda prioritas Kementerian PKP di bawah kepemimpinan Maruarar Sirait.

Related Post

Leave a Comment