Jakarta — Jumlah jemaah haji Indonesia yang wafat selama pelaksanaan ibadah haji 2026 mengalami penurunan signifikan. Anggota Tim Pengawas (Timwas) Haji DPR RI 2026 Bambang Haryo Soekartono mencatat angka kematian turun drastis dari 150 orang pada hari ke-35 menjadi 64 orang, menandakan perbaikan nyata dalam layanan kesehatan bagi jemaah di Tanah Suci.
Bambang yang akrab disapa BHS memberikan apresiasi tinggi kepada Kementerian Haji dan Umrah atas peningkatan kualitas penyelenggaraan ibadah haji tahun ini. Ia menyebut penurunan angka kematian sebagai indikator utama keberhasilan transformasi layanan kesehatan haji.
“Saya melihat penanganan haji, terutama dari sisi kesehatan, sangat bagus tahun ini. Ini terlihat dari jumlah yang wafat ini menurun drastis,” kata Bambang Haryo Soekartono di Makkah, Rabu (27/5).
Penurunan Kematian Hingga 57 Persen
Data yang diungkapkan BHS memperlihatkan penurunan angka kematian jemaah haji Indonesia sebesar 57 persen dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Pada hari ke-35 pelaksanaan haji, jumlah jemaah yang wafat tercatat hanya 64 orang, jauh lebih rendah dari capaian 150 orang di periode yang sama tahun sebelumnya.
“Dari yang dulunya di hari ke-35 itu adalah 150, sekarang sudah turun menjadi 64,” tambah dia.
Politikus Partai Gerindra itu menegaskan bahwa capaian tersebut menjadi bukti konkret bahwa penanganan kesehatan selama pelaksanaan haji berjalan jauh lebih baik. Ia memastikan perbaikan ini bukan sekadar klaim, melainkan hasil nyata dari evaluasi dan inovasi yang dilakukan Kemenhaj. Capaian ini sejalan dengan semangat pedoman resmi yang dirilis BPIP untuk Upacara Pancasila 2026 yang menekankan pentingnya pelayanan publik berkualitas.
Konsumsi Bergizi Tingkatkan Imun Jemaah
Selain layanan medis, BHS juga menyoroti perbaikan kualitas konsumsi yang diberikan kepada jemaah haji. Kualitas makanan yang disediakan oleh Kementerian Haji dinilai sudah lebih baik dan memiliki kandungan gizi yang cukup untuk menjaga daya tahan tubuh jemaah.
“Makanan yang dikonsumsi jemaah yang disediakan oleh Kementerian Haji, makanannya sangat bergizi sehingga para haji ini imunnya bertambah dibanding pada waktu yang sebelum-sebelumnya,” kata BHS.
Kombinasi antara perbaikan layanan kesehatan dan peningkatan kualitas konsumsi menjadi formula yang berhasil menekan angka kematian jemaah haji Indonesia. Capaian ini diharapkan menjadi fondasi bagi penyelenggaraan haji yang lebih baik di tahun-tahun mendatang, sekaligus membuktikan bahwa efisiensi anggaran pemerintah seperti yang terjadi pada program WFH ASN dapat dialokasikan untuk peningkatan layanan publik yang lebih strategis.







