Today

Prabowo Genjot Program Bedah Rumah 2026: Target 400.000 Unit, Naik 9 Kali Lipat dari Tahun Lalu

Dimas Prayoga

Program Bedah Rumah Nasional 2026 Target 400000 Unit

Jakarta — Pemerintahan Prabowo Subianto menunjukkan keseriusan luar biasa dalam menangani permasalahan hunian tidak layak huni di Indonesia. Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Maruarar Sirait, mengumumkan bahwa target Program Bedah Rumah tahun 2026 resmi dinaikkan menjadi 400.000 unit, melonjak hampir 9 kali lipat dari capaian tahun sebelumnya yang hanya 45.000 unit.

Ambisi Prabowo: Dari 45 Ribu ke 400 Ribu Unit

Peningkatan target sebesar 780% ini bukan sekadar angka semata. Di baliknya tersimpan harapan jutaan keluarga Indonesia yang selama ini tinggal di rumah-rumah dengan kondisi memprihatinkan. Menteri Ara, sapaan akrab Maruarar Sirait, membeberkan bahwa Presiden Prabowo secara langsung memerintahkan perluasan program ini ke seluruh daerah di Indonesia.

“Presiden minta agar Bedah Rumah tidak hanya terpusat di Jawa, tetapi harus menyentuh daerah-daerah perbatasan dan terpencil,” ujar Menteri Ara saat tinjauan langsung ke Bantul, DIY, baru-baru ini.

Tinjauan ke Bantul: Mendagri dan Menteri PKP Pastikan Sasaran Tepat

Bersama Menteri Dalam Negeri, Menteri Ara meninjau penerima manfaat Program Bedah Rumah atau Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) di Kabupaten Bantul, Yogyakarta. Kunjungan ini bertujuan memastikan bantuan tepat sasaran dan meresmikan pelaksanaan renovasi di wilayah tersebut.

Dalam kunjungan itu, kedua menteri melihat langsung kondisi rumah warga yang sebelumnya nyaris roboh kini mulai direnovasi dengan dana stimulus dari pemerintah. Masyarakat setempat menyambut antusias karena program ini menjadi harapan satu-satunya untuk memiliki tempat tinggal yang layak huni.

Tantangan: Bantuan Rp20 Juta Dinilai Belum Cukup

Namun, ambisi besar ini tidak datang tanpa tantangan. Sejumlah pengamat dan anggota DPRD menyebut bahwa alokasi bantuan senilai Rp20 juta per unit rumah dinilai sudah tidak memadai mengingat kenaikan harga material bangunan yang terus meningkat. Biaya renovasi rumah sederhana saja kini bisa mencapai Rp30-50 juta tergantung lokasi dan kondisi struktur bangunan.

Kenaikan harga bahan bangunan seperti semen, besi, dan kayu yang dipicu pelemahan Rupiah terhadap Dolar AS menjadi tantangan serius bagi kelancaran program ini. Para pengembang dan pelaksana lapangan berharap pemerintah dapat menyesuaikan alokasi dana agar renovasi bisa tuntas sesuai standar hunian layak.

Program 3 Juta Rumah: Bedah Rumah Sebagai Pilar Utama

Program Bedah Rumah merupakan salah satu pilar dari janji kampanye Prabowo untuk membangun 3 juta unit rumah selama periode kepresidenannya. Selain Bedah Rumah, pemerintah juga menggencarkan penyaluran FLPP (Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan), subsidi KPR, dan pembangunan rusun subsidi untuk mempercepat penurunan backlog perumahan nasional yang mencapai jutaan unit.

Dengan target 400.000 unit Bedah Rumah di tahun ini, pemerintah berharap dapat mengurangi secara signifikan jumlah rumah tidak layak huni yang masih tersebar di berbagai daerah, terutama di kawasan perbatasan, pedalaman, dan pulau-pulau kecil yang selama ini terlupakan dari program perumahan nasional.

Related Post

Leave a Comment