Jakarta — Badan Kepegawaian Negara (BKN) bersama Korps Pegawai Republik Indonesia (KORPRI) mengumumkan program perumahan baru bagi Aparatur Sipil Negara (ASN). Kerja sama ini melibatkan PT Bank Tabungan Negara (BTN) sebagai mitra pembiayaan, dengan skema Kredit Pemilikan Rumah (KPR) ber tenor hingga 30 tahun.
Ketua Umum Dewan Pengurus KORPRI Nasional sekaligus Kepala BKN, Zudan Arif Fakrulloh, menjelaskan bahwa program ini menjadi jawaban atas kondisi yang masih mengkhawatirkan. Saat ini, hanya 22% dari 6,7 juta ASN di Indonesia yang memiliki rumah sendiri. Dengan target pembangunan 3 juta unit rumah untuk ASN, langkah ini dianggap mendesak.
Lokasi Perdana dan Target Penerima
Program perumahan KORPRI ini akan dimulai di tiga lokasi strategis: Cisoka (Tangerang), Ciseeng (Bogor), dan Yogyakarta. Zudan menegaskan bahwa pemerintah daerah juga bisa bergabung, asalkan memiliki lahan yang tersedia.
“Jika teman-teman di daerah punya tanah, program ini bisa difasilitasi bersama BTN, bersama BSI, bersama BPD, untuk kita bangunkan perumahan Korpri,” kata Zudan.
Yang menarik, program ini tidak hanya terbuka untuk PNS. PPPK (Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja) dan bahkan CPNS (Calon PNS) juga berhak mengikutinya. Kebijakan ini menunjukkan keseriusan pemerintah dalam memperluas akses perumahan bagi seluruh jajaran ASN.
Dua Skema Pembiayaan: Subsidi dan Non-Subsidi
ASN memiliki dua jalur pembiayaan yang bisa dipilih. Untuk skema non-subsidi, BTN menawarkan KPR dengan tenor panjang yang fleksibel. Sementara untuk skema subsidi, ASN bisa memanfaatkan sinergi dengan BP Tapera melalui Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) yang kini semakin mudah diakses.
Melalui skema subsidi, cicilan rumah bisa dimulai dari sekitar Rp1 juta per bulan. Angka ini diharapkan mampu menjangkau ASN muda maupun golongan menengah yang selama ini kesulitan memiliki hunian sendiri. Meski tekanan nilai tiliar rupiah terhadap dolar AS berpotensi mendongkrak harga material bangunan, skema subsidi ini dirancang tetap terjangkau.
Zudan menegaskan bahwa langkah ini merupakan salah satu ikhtiar BKN agar seluruh ASN di Indonesia bisa memiliki rumah. Dengan kombinasi tenor 30 tahun, lokasi strategis, dan skema subsidi yang terjangkau, program ini berpotensi mengubah nasib jutaan pegawai negeri yang selama ini hanya bisa menyewa atau menumpang di rumah keluarga.
Keterlibatan BTN sebagai bank mitra utama menjadi penanda bahwa pemerintah serius menjadikan perumahan ASN sebagai bagian dari agenda besar pembangunan nasional. Sejumlah bank besar lainnya seperti BSI juga telah menyalurkan ratusan miliar rupiah kredit perumahan. Sisa 78% ASN yang belum memiliki rumah kini punya jalur resmi untuk mewujudkan kepemilikan hunian sendiri.














