Jakarta — PT Kereta Api Indonesia (Persero) mengumumkan ambisi besar untuk mengubah kawasan Stasiun Manggarai menjadi pusat bisnis kelas dunia. Rencana ambisius ini langsung mendapat arahan dari Presiden Prabowo Subianto untuk menjadikan kawasan seluas 62 hektare tersebut sebagai “SCBD kedua” Jakarta. Langkah ini sejalan dengan program Prabowo yang menggenjot perumahan nasional pada 2026.
Direktur Utama KAI Bobby Rasyidin menjelaskan, pengembangan Manggarai akan mengusung konsep Transit Oriented Development (TOD) yang terintegrasi penuh dengan transportasi publik, kawasan komersial, pusat bisnis, fasilitas olahraga, hingga area hiburan kelas premium.
Presiden Prabowo Minta Convention Hall dan Hotel Bintang Lima
Bobby membeberkan bahwa Presiden Prabowo secara langsung meminta agar kawasan ini didesain menjadi CBD Jakarta kedua dengan standar bintang lima. Tak sekadar gedung perkantoran, Prabowo menginginkan convention hall mewah, hotel bintang lima, dan kawasan leisure bertaraf internasional.
“Bapak presiden berpesan kepada saya, tolong didesain menjadi CBD Jakarta yang kedua, yang di situ kalau perlu ada convention hall bintang lima, hotel bintang lima, dan kawasan leisure yang bintang lima juga,” ujar Bobby Rasyidin.
Rusun Cicilan Rp2,9 Juta per Bulan Selama 30 Tahun
Selain pengembangan kawasan bisnis, KAI juga menyiapkan hunian vertikal yang terjangkau bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). Proyek ini akan dibangun di atas lahan milik KAI seluas 2,1 hektare dengan konsep hunian vertikal setinggi 24 lantai sebanyak tujuh tower.
Direktur Komersial PT KA Properti Manajemen Endiyanto merinci, Blok G akan menampung 1.210 unit hunian khusus untuk MBR dan Masyarakat Berpenghasilan Tertentu (MBT). Sementara Blok F akan menyediakan 3.432 unit hunian dengan konsep lebih premium.
Untuk tipe MBR, harga dibuka mulai Rp500 juta hingga Rp630 juta untuk luasan 45 meter persegi. Cicilan bulanannya pun sangat terjangkau, yakni hanya Rp2,9 juta selama 30 tahun dengan suku bunga tetap 6 persen.
BTN Jamin Uang Muka Cuma Rp5 Juta
Deputy Subsidized Mortgage Division BTN, Umi Hardinajati, memastikan calon pembeli bisa mendapatkan kemudahan pembiayaan yang luar biasa. Uang muka hanya 1 persen atau sekitar Rp5 juta untuk hunian seharga Rp500 juta dengan plafon kredit Rp495 juta. Kemudahan ini melanjutkan komitmen BTN yang telah menyalurkan 6 juta rumah subsidi dan terus memperluas akses pembiayaan bagi seluruh lapisan masyarakat.
“Kalau tenornya 30 tahun, suku bunga 6 persen itu teman-teman cukup membayar angsuran per bulannya Rp2,9 juta, fix selama 30 tahun. Mau nanti teman-teman naik gaji tiap tahun, mau tiap 5 tahun, angsurannya tetap gitu,” jelas Umi.
Groundbreaking Juli 2026, Rampung Akhir 2027
KAI menargetkan peletakan batu pertama atau groundbreaking hunian layak dan murah di kawasan Stasiun Manggarai pada Juli 2026. Proyek ini digarap melalui anak usaha KAI yakni PT KA Properti Manajemen dan ditargetkan selesai pada akhir 2027.
Selain hunian, KAI juga menggandeng sejumlah BUMN untuk mendukung fasilitas kawasan, mulai dari pasokan listrik, air bersih, gas bumi, hingga internet. Integrasi seluruh infrastruktur ini memastikan kawasan Manggarai menjadi hunian dan pusat bisnis yang benar-benar mandiri dan modern. Perkembangan ini juga sejalan dengan transformasi digital di sektor properti yang mulai digalakkan melalui kerjasama BTN dengan Pinhome untuk KPR digital.
Dengan cicilan yang relatif ringan dan lokasi strategis di jantung transportasi Jakarta, proyek Manggarai ini berpotensi menjadi solusi nyata bagi masyarakat yang selama ini kesulitan memiliki hunian layak di ibu kota.













