Today

Rahasia Menabung Baby Boomer yang Bisa Bikin Gen Z Punya Rumah Impian

Fajar Nugroho

Ilustrasi perencanaan pensiun dan menabung untuk membeli rumah

Jakarta — Memiliki rumah sendiri masih menjadi impian besar bagi jutaan orang Indonesia. Namun, harga properti yang terus merangkak naik membuat target ini terasa makin jauh, terutama bagi mereka yang baru memulai karier. Pertanyaannya: apa yang membuat generasi baby boomer berhasil membeli rumah meskipun kondisi ekonomi saat itu juga tidak selalu mudah?

Pakar keuangan menilai keberhasilan generasi baby boomer dalam memiliki rumah tidak semata-mata karena harga properti yang lebih terjangkau di masanya. Kebiasaan finansial yang disiplin dan konsisten selama bertahun-tahun menjadi kunci utama yang membedakan mereka dari generasi sekarang. Bahkan, investasi rumah jauh lebih menguntungkan dibanding emas menurut CEO Metropolitan Land.

Rahasia Finansial Baby Boomer yang Masih Relevan Hari Ini

Generasi baby boomer yang lahir antara 1946 hingga 1964 dikenal memiliki pola pengelolaan uang yang konservatif. Mereka mengutamakan tabungan, menghindari utang konsumtif, dan menempatkan kepemilikan rumah sebagai salah satu tujuan keuangan utama. Meski kondisi ekonomi saat ini berbeda, prinsip-prinsip tersebut ternyata masih sangat relevan untuk diterapkan.

Jadikan Rumah sebagai Prioritas Utama dalam Perencanaan Keuangan

Banyak baby boomer menjadikan rumah sebagai target utama dalam perencanaan keuangan mereka. Ketika memiliki tujuan yang jelas, seseorang biasanya lebih mudah mengendalikan pengeluaran dan fokus mengalokasikan dana untuk kebutuhan yang benar-benar penting. Tanpa prioritas yang tegas, uang akan mudah tergerus untuk pengeluaran yang sebenarnya tidak mendesak.

Hidup Sederhana, Bukan Berarti Melarat

Salah satu kebiasaan yang sering dikaitkan dengan baby boomer adalah hidup di bawah kemampuan finansial. Mereka tidak selalu berusaha mengikuti tren atau meningkatkan gaya hidup setiap kali pendapatan bertambah. Ketika penghasilan naik, sebagian dana justru dialokasikan untuk tabungan atau investasi. Kebiasaan ini membantu mereka memiliki ruang lebih besar untuk membangun dana jangka panjang. Sayangnya, gaji milenial tak kuat bayar cicilan KPR karena gaya hidup yang terus meningkat.

Menabung di Awal, Bukan dari Sisa Pengeluaran

Banyak orang menabung dari uang yang tersisa di akhir bulan. Sayangnya, metode ini seringkali tidak efektif karena dana habis terlebih dahulu untuk berbagai kebutuhan dan keinginan. Sebaliknya, baby boomer cenderung menerapkan prinsip menyisihkan tabungan segera setelah menerima penghasilan. Metode tersebut membuat kebiasaan menabung menjadi lebih konsisten dan terukur.

Hindari Utang Konsumtif dengan Disiplin Tinggi

Baby boomer dikenal sangat berhati-hati dalam menggunakan utang. Mereka membedakan antara utang produktif yang dapat menghasilkan aset, seperti KPR untuk rumah, dengan utang konsumtif yang tidak menghasilkan nilai tambah. Dengan menghindari pembelian barang-barang mewah secara kredit, mereka mampu mengalokasikan lebih banyak dana untuk tabungan rumah. Saat ini, BRI menawarkan KPR Solusi dengan bunga mulai 2,50% untuk membantu mewujudkan impian memiliki rumah.

Prinsip-prinsip sederhana dari baby boomer ini membuktikan bahwa memiliki rumah bukan semata soal seberapa besar penghasilan. Disiplin, konsistensi, dan kemampuan menunda kepuasan menjadi fondasi utama yang bisa diterapkan oleh siapa saja, termasuk generasi milenial dan Gen Z saat ini.

Related Post

Leave a Comment