Today

Manggarai Bakal Jadi CBD Kedua Jakarta, Rusun untuk MBR Mulai Rp500 Juta dengan Cicilan Rp2,9 Juta

Irfan Hakim

Proyek pembangunan TOD Stasiun Manggarai Jakarta

Jakarta — Kawasan Stasiun Manggarai siap berubah total. PT Kereta Api Indonesia (Persero) merancang area seluas 62 hektare itu menjadi pusat bisnis baru yang konsepnya setara SCBD. Bukan sekadar mimpi, proyek ini sudah mendapat arahan langsung dari Presiden Prabowo Subianto.

Direktur Utama KAI Bobby Rasyidin membeberkan visi besar pengembangan Manggarai. Kawasan ini akan mengusung konsep Transit Oriented Development (TOD) yang terintegrasi transportasi publik, kawasan komersial, pusat bisnis, fasilitas olahraga, hingga area hiburan.

Prabowo Minta Convention Hall dan Hotel Bintang Lima

Bobby mengungkap bahwa Presiden Prabowo memberikan arahan spesifik tentang standar kemewahan proyek ini. “Bapak presiden berpesan agar didesain menjadi CBD Jakarta yang kedua, dengan convention hall bintang lima, hotel bintang lima, dan kawasan leisure yang bintang lima juga,” ujar Bobby pada Sabtu (23/5).

Visi Manggarai memang ambisius. Berbeda dari kawasan Kalibata yang hanya memiliki vertical building, Manggarai akan memiliki ekosistem lengkap. Kawasan komersial, pusat bisnis, area olahraga, dan leisure akan berdampingan dalam satu kawasan terpadu. Konsep TOD seperti ini sejalan dengan tren pengembang yang makin gencar membangun hunian vertikal TOD di tengah pelemahan rupiah.

Rusun untuk MBR Mulai Rp500 Juta, Cicilan Rp2,9 Juta per Bulan

Yang menarik, proyek ini bukan hanya soal gedung pencakar langit. KAI juga akan membangun hunian layak dan murah di atas lahan seluas 2,1 hektare. Groundbreaking dijadwalkan pada Juli 2026 dan ditargetkan rampung akhir 2027.

PT KA Properti Manajemen sebagai anak usaha KAI akan menggarap proyek hunian vertikal setinggi 24 lantai sebanyak tujuh tower. Di Blok G, akan dibangun 1.210 unit hunian untuk Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) dan Masyarakat Berpenghasilan Tertentu (MBT). Di Blok F, tersedia 3.432 unit hunian dengan konsep lebih premium.

“Untuk Blok G, tipe unitnya adalah tipe 36 dan tipe 45. Harga kami buka mulai dari Rp500 juta sampai Rp630 juta untuk luasan 45,” jelas Direktur Komersial PT KA Properti Manajemen Endiyanto.

Skema KPR BTN: Uang Muka 1 Persen, Bunga Fix 30 Tahun

BTN menawarkan skema pembiayaan yang sangat menarik. Skema ini mengingatkan pada program 6 juta KPR subsidi BTN yang sudah tersalurkan dengan digitalisasi sebagai jembatan warga tanpa rekening. Calon pembeli cukup membayar uang muka 1 persen atau sekitar Rp5 juta untuk hunian seharga Rp500 juta. Plafon kredit mencapai Rp495 juta dengan cicilan tetap Rp2,9 juta per bulan selama 30 tahun.

“Suku bunga 6 persen fix selama 30 tahun. Mau naik gaji tiap tahun atau tiap 5 tahun, angsurannya tetap sama,” ungkap Deputy Subsidized Mortgage Division BTN, Umi Hardinajati. Skema ini menjadikan hunian TOD Manggarai sebagai salah satu opsi paling terjangkau di jantung ibu kota.

Kolaborasi BUMN Dukung Fasilitas Kawasan

KAI tidak bekerja sendirian. Sejumlah BUMN akan dilibatkan untuk mendukung infrastruktur kawasan, mulai dari pasokan listrik, air bersih, gas bumi, hingga internet. Kolaborasi ini memastikan penghuni mendapatkan akses fasilitas dasar yang memadai. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta juga aktif mendukung pemilik hunian vertikal, termasuk kebijakan penghapusan PBB-P2 100 persen untuk pemilik rumah tapak dan rusun.

Proyek Manggarai menjadi contoh nyata bagaimana pemerintah menggabungkan ambisi pembangunan kota kelas dunia dengan kebutuhan hunian terjangkau bagi masyarakat. Dengan konsep TOD dan dukungan pembiayaan KPR yang ringan, kawasan ini berpotensi menjadi magnet baru bagi warga Jakarta yang ingin tinggal dekat transportasi publik tanpa harus merogoh kocek terlalu dalam.

Related Post

Leave a Comment