Today

CEO Metropolitan Land Sebut Investasi Rumah Jauh Lebih Untung dari Emas, Ini Buktinya

Anhar Sudradjat CEO Metropolitan Land Investasi Rumah vs Emas

Jakarta — Ketua Umum PT Metropolitan Land Tbk (MTLA) Anhar Sudradjat melemparkan pandangan tajam soal tren generasi muda yang lebih memilih menyewa rumah ketimbang memilikinya. Dalam program Meet the CEO, Anhar menegaskan bahwa membeli properti tetap menjadi instrumen investasi paling solid, bahkan mengungguli emas dan saham.

CEO Metropolitan Land Bicara Soal Mindset Investasi Gen Z

Anhar memaparkan data menarik dari survei terbaru. Sebanyak 95 persen Gen Z dan Milenial Indonesia kini lebih memilih mengontrak atau menyewa rumah. Keputusan itu, menurut Anhar, lahir dari pemahaman investasi yang belum matang.

“Hari ini orang masih belum paham yang menyatakan bahwa sewa itu lebih enak daripada beli. Bukan karena kita bisnisnya jualan rumah ya, tapi karena pemahaman bagaimana investasi itu dan terutama investasi di rumah itu, itu sesuatu yang tidak bisa dibandingkan dengan menyewa,” kata Anhar di Jakarta, Selasa (14/4/2026).

Kenapa Rumah Lebih Unggul dari Emas?

Anhar menjelaskan perbandingan jangka panjang antara properti, emas, dan instrumen pasar modal. Investasi di rumah memberikan kepastian nilai yang jauh lebih tinggi dibandingkan fluktuasi harga emas atau volatilitas pasar saham.

“Karena investasi di rumah itu jauh lebih firm dibandingkan saham dan emas. Kepastiannya jauh lebih tinggi investasi di rumah,” lanjut dia.

Argumen Anhar ini muncul di tengah tren harga emas Antam yang mencapai rekor tertinggi pada 2026, dengan harga per gram mendekati Rp2,8 juta. Banyak investor muda beralih ke emas karena dianggap lebih likuid dan tidak memerlukan modal besar.

Harga Properti Indonesia Masih Terjangkau Secara Global

Anhar juga menyoroti bahwa harga rumah di Indonesia masih relatif terjangkau jika dibandingkan dengan negara maju. Situasi ini membuka peluang besar bagi generasi muda yang mau berinvestasi di sektor properti sejak dini. Meski tantangan seperti harga rumah yang terus naik menjadi hambatan nyata, Anhar meyakini bahwa memiliki properti tetap lebih menguntungkan dalam jangka panjang.

“Terutama di Indonesia ya, mungkin kalau di negara-negara maju lain lagi cerita, karena membeli properti itu sudah mahal sekali,” imbuh dia.

Data dari studi Pinhome Semester II 2025 menunjukkan penjualan rumah mengalami penurunan, sementara minat sewa justru meningkat. Fenomena ini memperkuat data bahwa impian milenial memiliki rumah semakin jauh dari jangkauan. Anhar memperingatkan bahwa tren ini bisa berujung pada kerugian jangka panjang bagi generasi muda.

Sewa Hari Ini, Rugi Sepuluh Tahun Lagi

Anhar menegaskan bahwa keputusan menyewa memang terasa ringan di awal, tetapi dampaknya baru terasa dalam hitungan dekade.

“Dibandingkan dengan sewa, mereka akan merasa bahwa hari ini beruntung, tapi setelah 10 atau 20 tahun mereka akan bilang, waduh rugi. Tapi kan ini tidak bisa kita jelaskan kepada semua orang bahwa cara investasi itu belum betul,” ia menegaskan.

Pernyataan Anhar ini menjadi pengingat penting bagi generasi muda bahwa keputusan finansial hari ini akan menentukan kondisi ekonomi mereka di masa depan. Properti, meski memerlukan komitmen besar di awal, menawarkan pertumbuhan nilai yang konsisten dan terukur. Kondisi ini berbeda dengan kendala struktur tanah di kota besar yang juga menjadi tantangan tersendiri bagi calon pembeli rumah.

Related Post

Leave a Comment