Jakarta — Pemerintah Provinsi Jawa Barat mengumumkan kesiapan penuh sistem penerimaan murid baru untuk program Sekolah Manusia Unggul (Maung). Pendaftaran dibuka mulai Senin 25 Mei 2026 dan ditutup hari ini, Jumat 29 Mei 2026, melalui portal daring maung.spmb.jabarprov.go.id. Program ini merupakan kelanjutan dari pembukaan SPMB Sekolah Maung yang telah diumumkan sebelumnya.
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Jawa Barat Adi Komar memastikan infrastruktur teknologi yang digunakan telah melewati serangkaian uji ketahanan. Hasil pengujian menunjukkan seluruh komponen sistem beroperasi normal dan mampu menampung lonjakan akses dari ribuan pendaftar secara bersamaan.
“Kami mempersiapkan sistem yang tangguh sehingga masyarakat tidak perlu khawatir saat daftar SPMB,” ujar Adi Sabtu pekan lalu.
Tahapan Pendaftaran Sekolah Maung
Calon siswa wajib memiliki akun di portal maung.spmb.jabarprov.go.id sebelum memulai proses pendaftaran. Setelah login, pendaftar memilih sekolah tujuan lalu mengunggah dokumen persyaratan berupa akte kelahiran, kartu keluarga, KTP orang tua, rapor, ijazah, dan surat rekomendasi dari sekolah asal.
Selain dokumen dasar, pendaftar juga harus mengunggah surat pernyataan tanggung jawab mutlak (SPTJM) orang tua serta surat pernyataan kesanggupan mengikuti seluruh tahapan Seleksi Penerimaan Murid Baru. Bagi yang mendaftar jalur potensi akademik, tes potensi akademik (TPA) dari psikolog menjadi syarat wajib tambahan. Kebijakan ini sejalan dengan upaya pemerintah dalam reformasi kurikulum nasional yang tengah digaungkan.
Langkah terakhir sebelum pengajuan adalah mencetak bukti pendaftaran dan menekan tombol submit. Pendaftar disarankan memantau portal secara berkala untuk menindaklanjuti hasil verifikasi dokumen.
Jadwal Pengumuman dan Daftar Ulang
Pengumuman kelulusan dijadwalkan Senin 8 Juni 2026. Siswa yang diterima wajib melakukan daftar ulang pada 9 hingga 10 Juni 2026. Keterlambatan melakukan daftar ulang dapat mengakibatkan kehilangan kuota yang telah diperoleh.
Program Sekolah Maung menjadi bagian dari transformasi pendidikan Jawa Barat yang menekankan pembentukan karakter unggul sekaligus peningkatan kompetensi akademik. Dengan sistem pendaftaran daring, pemprov berharap akses pendidikan berkualitas bisa menjangkau lebih banyak siswa dari berbagai latar belakang. Transformasi ini turut didukung pedoman baru BPIP tentang upacara Pancasila yang berlaku di seluruh sekolah.
Kesiapan sistem SPMB 2026 ini juga menjadi sinyal bahwa digitalisasi layanan publik di sektor pendidikan terus diperkuat. Pendaftar yang mengalami kendala teknis dapat menghubungi Dinas Pendidikan Jawa Barat untuk mendapatkan bantuan selama masa pendaftaran berlangsung.

