Today

Properti Indonesia Diprediksi Tumbuh 8 Persen, Hunian Konsep Resort Jadi Buruan Kaum Urban

Ilustrasi bisnis properti Indonesia 2026 hunian konsep resort

Jakarta — Pasar properti nasional memasuki fase baru di tengah gejolak ekonomi global. Data terbaru Bank Indonesia menunjukkan sektor ini justru menguat, dengan pertumbuhan proyeksi mencapai 8 persen sepanjang 2026. Fenomena ini terjadi di saat masyarakat urban mulai mencari hunian yang tidak sekadar tempat tinggal, melainkan ruang pemulihan mental dari tekanan kota.

Pasar Residensial Stabil, Volume Transaksi Meroket

Indeks Harga Properti Residensial (IHPR) pada triwulan IV 2025 mencatat pertumbuhan 0,83 persen secara tahunan. Angka ini menggambarkan pasar yang mulai menemukan keseimbangan baru setelah sempat tertekan selama beberapa tahun terakhir. Tren ini sejalan dengan pulihnya sektor properti nasional pasca tekanan ekonomi global.

Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi Bank Indonesia, Ramdan Denny Prakoso, menjelaskan bahwa harga rumah tipe menengah menjadi penopang utama stabilitas pasar. Indeks harga untuk segmen ini tercatat di level 113,57, tumbuh 1,12 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.

“Perkembangan tersebut dipengaruhi oleh harga rumah tipe menengah yang mencatatkan indeks sebesar 113,57 atau tumbuh 1,12 persen (yoy). Ini mencerminkan pasar yang mulai menemukan keseimbangan baru,” ujar Ramdan kepada wartawan di Jakarta, Selasa (31/3/2026).

Volume Penjualan Naik Hampir 8 Persen

Kenaikan harga yang moderat ternyata tidak mengurangi minat pembeli. Penjualan properti residensial justru tercatat tumbuh 7,83 persen secara tahunan. Pertumbuhan ini didukung oleh penyaluran kredit properti yang meningkat hingga 7,4 persen pada akhir 2025. Meski IHSG sempat ambruk 33 persen sejak awal tahun, dampaknya ke sektor properti ternyata tidak separah yang dikhawatirkan banyak pihak.

Data ini menandakan daya beli masyarakat, khususnya kelompok menengah ke atas, masih sangat solid. Mereka tidak ragu menggelontorkan dana untuk hunian yang sesuai dengan kebutuhan dan gaya hidup mereka.

Tren Hunian Konsep Resort Melonjak

Preferensi konsumen properti kini mengalami pergeseran signifikan. Rumah tidak lagi sekadar tempat berteduh, tetapi menjadi instrumen untuk menjaga kesehatan mental dari tekanan kemacetan dan beban kerja di kota besar.

Fenomena ini mendorong pengembang berlomba menawarkan konsep hunian yang mengedepankan ketenangan. Salah satu proyek yang mencolok adalah Ubud at Pasir Putih Residences di kawasan PIK2. Alih-alih membangun kawasan padat, proyek ini menonjolkan ruang terbuka hijau dan danau buatan seluas 16,2 hektare dengan tepian pasir putih. Konsep ini mengingatkan pada tren smart home yang juga semakin diminati untuk renovasi hunian di tengah harga rumah yang melambung.

Fasilitas seperti jalur jogging sepanjang 2,5 kilometer dan clubhouse eksklusif dihadirkan untuk mendukung gaya hidup sehat penghuninya. Unit yang ditawarkan memiliki dimensi mulai dari 8×15 hingga 12×15 meter dengan desain dua lantai, dibanderol mulai dari Rp4,4 miliar.

Prospek Jangka Panjang tetap Cerah

Para analis menilai, kombinasi antara konsep kawasan yang kuat, fasilitas lengkap, serta potensi investasi jangka panjang menjadi magnet utama bagi konsumen di tengah pulihnya ekonomi nasional tahun ini. Permintaan hunian bergaya resort diprediksi akan terus meningkat seiring kesadaran masyarakat akan pentingnya kualitas hidup. Peluang investasi properti semakin terbuka lebar, termasuk potensi ekspansi ke pasar internasional seperti yang ditawarkan oleh One Global Capital untuk investasi properti di Australia.

Tren ini membuka peluang besar bagi pengembang yang mampu membaca perubahan preferensi pasar. Hunian yang menawarkan keseimbangan antara lokasi strategis dan kualitas lingkungan akan mendominasi pasar properti Indonesia di tahun-tahun mendatang.

Related Post

Leave a Comment