Saturday, 30 May 2026

Astra Bangun 250 Rumah Layak Huni untuk Petani di Garut dan Banyumas

Program rumah layak huni Astra di Garut, Jawa Barat

Jakarta — PT Astra International Tbk meresmikan 250 Rumah Layak Huni bagi petani hutan karbon produktif di Jawa Barat sekaligus meluncurkan EcoBiz Desa Sejahtera di Garut, Kamis (28/5/2026). Langkah ini memperkuat komitmen korporasi besar nasional dalam menjembatani kebutuhan hunian layak dan pemberdayaan ekonomi masyarakat pedesaan.

Program ini tidak sekadar pembangunan fisik rumah. Astra mengintegrasikan pemberian hunian dengan pengembangan ekosistem ekonomi berbasis kopi, melibatkan sekitar 3.000 petani di lahan seluas lebih dari 1.500 hektare di Kabupaten Garut.

250 Unit Rumah Siap Dihuni di Dua Kabupaten

Sepanjang 2025 hingga pertengahan 2026, Astra membangun 250 unit RLH yang tersebar di dua kabupaten. Sebanyak 165 rumah berdiri di Kabupaten Banyumas, sementara 85 sisanya di Kabupaten Garut. Penyerahan di Garut dilakukan di empat desa sekaligus, yakni Telaga Wangi, Marga Mulya, Jayamekar, dan Cikandang.

Setiap rumah dirancang untuk memenuhi standar hunian layak bagi petani yang selama ini tinggal di rumah tidak memadai. Kriteria keamanan, kesehatan, dan kenyamanan menjadi tolok ukur utama dalam proses pembangunan. Langkah ini sejalan dengan upaya pemerintah melalui Program Bedah Rumah Kendari yang melonjak 8x lipat.

EcoBiz: Dari Lahan Kopi hingga Pasar Ekspor Eropa

Peluncuran EcoBiz Desa Sejahtera Astra Garut menandai babak baru pemberdayaan ekonomi lokal. Pusat pengolahan kopi terintegrasi ini menjangkau rantai bisnis dari petani hingga pembeli akhir, dengan kapasitas produksi ratusan ton kopi green bean per tahun.

Sejak 2020, Astra berkolaborasi dengan Institut Pertanian Bogor untuk membina potensi kopi di desa-desa binaan. Kerja sama itu melahirkan dua koperasi, yaitu Koperasi Produsen Kopi Mandalagiri dan Koperasi Al-Bayyinah Sejahtera. Keduanya fokus pada pengembangan kopi, pemberdayaan kelompok tani hutan, serta agroforestry melalui penanaman hutan produktif seluas sekitar 1.400 hektare.

Produk kopi binaan program ini telah menembus pasar ekspor Eropa, membuktikan bahwa desa-desa di Garut mampu bersaing di tingkat internasional.

Pendapatan Masyarakat Melonjak hingga 328 Persen

Dampak program ini terukur secara nyata. Lebih dari 4.000 warga di 10 desa binaan telah menikmati peningkatan pendapatan hingga 328 persen. Penyerapan tenaga kerja baru juga terjadi seiring berkembangnya ekosistem bisnis di wilayah tersebut.

“Astra berharap setiap rumah yang dibangun dapat menjadi ruang tumbuh bagi mimpi, harapan, dan kebersamaan, sekaligus menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat untuk hari ini dan masa depan Indonesia,” ujar Boy Kelana Soebroto, Chief of Corporate Affairs Astra.

Acara serah terima kunci dihadiri oleh Direktur Penyusunan Sistem Pembiayaan Perumahan dan Kawasan Permukiman Kementerian PKP R. Haryo Bekti Martoyoedo, Bupati Garut Abdusy Syakur Amin, serta Sekretaris Dinas Perumahan dan Permukiman Provinsi Jawa Barat Isma Andini Prihati. Program ini juga mendukung target pemerintah terkait renovasi rumah tidak layak huni di berbagai daerah.

Model Kolaborasi Korporasi-Pemerintah untuk Hunian Rakyat

Program Astra ini menunjukkan bahwa solusi krisis perumahan tidak selalu bergantung pada anggaran negara semata. Kolaborasi antara korporasi, pemerintah daerah, dan perguruan tinggi bisa menjadi model replikasi untuk daerah lain yang menghadapi tantangan serupa.

Dengan pendekatan berkelanjutan yang menggabungkan hunian layak dan penguatan ekonomi lokal, Astra membuktikan bahwa tanggung jawab sosial korporasi bisa menghasilkan dampak yang nyata dan terukur bagi masyarakat pedesaan Indonesia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *