Today

Taipan Properti Australia Buka Roadshow di Indonesia, Tawarkan Investasi Rp46 Triliun

Investasi properti Australia peluang bagi investor Indonesia

Jakarta — Gelombang investor Indonesia yang melirik pasar properti mancanegara kian nyata. Di tengah volatilitas mata uang dan ketidakpastian ekonomi global, sejumlah pengembang properti asal Australia mulai gencar menggelar edukasi dan jaringan bisnis di Tanah Air.

Salah satunya adalah One Global Capital, pengembang properti asal Australia yang pekan ini menggelar roadshow ke kota-kota besar Indonesia. Rangkaian acara ini mencakup edukasi pasar, penguatan jaringan, hingga diskusi peluang bisnis internasional bagi investor dan keluarga Indonesia.

Harga Rumah Australia Stabil Usai Rekor Tertinggi

Data terbaru menunjukkan harga rumah di Australia tidak mengalami perubahan signifikan pada Mei 2026 setelah sebelumnya mencatatkan reli panjang hingga mencapai rekor tertinggi. Bank Sentral Australia atau Reserve Bank of Australia (RBA) telah menaikkan suku bunga acuan sebanyak tiga kali sepanjang tahun ini, yakni pada Februari, Maret, dan Mei, sehingga kini berada di level 4,35 persen.

Langkah tersebut ditempuh untuk menekan inflasi sekaligus menghapus seluruh pelonggaran kebijakan moneter yang diberikan pada tahun lalu. Secara nasional, tren harga rumah di lima kota besar Australia bervariasi. Sydney tercatat turun 0,9 persen, Melbourne turun 0,8 persen, sementara Perth justru naik 1,5 persen, Brisbane naik 0,9 persen, dan Adelaide naik 0,5 persen.

Pengembang Australia Tawarkan Diversifikasi Aset Rp46 Triliun

Chairman and Group CEO One Global Capital, Iwan Sunito, menilai perubahan lanskap ekonomi global telah membuka peluang baru bagi individu dan pelaku usaha yang siap berpikir melampaui batas geografis tradisional. Saat ini, perusahaan memiliki development pipeline senilai sekitar AUS$3,6 miliar atau setara Rp46 triliun.

“Kami ingin memberi wawasan mengenai pasar properti Australia, tren ekonomi global, strategi diversifikasi aset lintas negara, peluang pengembangan bisnis internasional, serta jalur mobilitas dan migrasi bagi keluarga dan entrepreneur Indonesia,” ungkap Iwan Sunito.

One Global Capital menargetkan pertumbuhan pipeline menjadi lebih dari AUS$6 miliar atau sekitar Rp76,7 triliun, serta Asset Under Management (AUM) menembus AUS$1 miliar atau Rp12,7 triliun sebelum akhir 2026 melalui berbagai proyek strategis di Australia.

Australia Tawarkan Stabilitas dan Koneksi Global

Iwan Sunito menekankan bahwa Australia menawarkan kombinasi menarik antara lingkungan bisnis yang stabil, kualitas hidup tinggi, dan akses ke jaringan global yang kian relevan bagi masyarakat Indonesia.

“Di era yang semakin dinamis, banyak keluarga dan pelaku bisnis tidak hanya mencari pertumbuhan, tetapi juga stabilitas, konektivitas global, serta akses ke peluang internasional yang lebih luas,” jelas Iwan Sunito.

Bagi investor Indonesia yang ingin melakukan diversifikasi aset lintas negara, pasar properti Australia bisa menjadi salah satu opsi strategis. Kombinasi stabilitas ekonomi, transparansi hukum, dan kualitas pendidikan menjadikan negara Kanguru itu sebagai destinasi investasi yang menarik di tengah gejolak pasar saham properti nasional yang juga sedang mencari momentum.

Tren ini sejalan dengan pelemahan rupiah terhadap harga material bangunan yang belakangan ini menjadi perhatian pengembang domestik. Diversifikasi ke pasar luar negeri dinilai sebagai salah satu strategi lindung nilai bagi investor yang ingin tetap aman di tengah fluktuasi nilai tukar.

Sementara itu, pasar properti nasional untuk segmen menengah masih menjadi andalan pengembang lokal. Kombinasi antara investasi domestik dan diversifikasi ke pasar mancanegara bisa menjadi strategi seimbang bagi portofolio properti jangka panjang.

Related Post

Leave a Comment