Saturday, 30 May 2026

Bank BSN Kuasai 84% Pasar KPR Subsidi Syariah, Siap Salurkan KUR Perumahan Rp500 Miliar

BSN Bank Syariah Nasional KUR Perumahan KPR Subsidi 2026

Jakarta — Bank Syariah Nasional (BSN) mencatatkan capaian gemilang di segmen KPR Subsidi Syariah sepanjang 2026. Dengan menguasai 84 persen pangsa pasar di kalangan perbankan syariah, BSN menempatkan diri sebagai pemain utama dalam mendukung Program 3 Juta Rumah pemerintah.

Data kinerja Januari hingga April 2026 menunjukkan BSN berhasil menyalurkan 16.523 unit KPR Subsidi skema Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) dengan total plafon Rp2,7 triliun. Capaian itu menempatkan BSN di posisi kedua secara nasional dengan pangsa pasar 23,4 persen, setelah BTN. Pencapaian ini menambah daftar panjang bank pelat merah yang gencar menyalurkan KPR Subsidi bagi masyarakat berpenghasilan rendah.

KUR Perumahan Jadi Senjata Baru

Direktur Utama Bank BSN, Alex Sofjan Noor, mengungkapkan komitmen perseroan untuk mengejar target 73.700 unit di akhir tahun. “Konsistensi dan komitmen Bank BSN dalam menyalurkan KPR Subsidi untuk Masyarakat Berpenghasilan Rendah terus tercermin pada peningkatan kinerja realisasi setiap tahunnya. Sebelumnya di 2025 realisasi KPR subsidi sebesar 59.463 unit, tahun ini kita targetkan sebanyak 73.700 unit,” ujar Alex usai kunjungan Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait di kantor Bank BSN Jakarta, Rabu, 13 Mei 2026.

Selain KPR Subsidi, BSN juga menyiapkan Program KUR Perumahan senilai Rp500 miliar. Program ini akan dijalankan sepenuhnya oleh BSN dan diproyeksikan mulai beroperasi paling lama dua bulan ke depan setelah mendapat dukungan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Menteri Ara Optimis Target Tercapai

Menteri PKP Maruarar Sirait memberikan apresiasi atas pertumbuhan signifikan BSN. “Terima kasih Pak Dirut Bank BSN. Untuk target yang 73.700 saya optimis tercapai sesudah melihat langkah-langkah, SDM yang dipersiapkan, juga peta jalan Bank BSN. Bank BSN ini sudah nomor dua sesudah BTN, jadi ini perdana untuk penggarapan Kota Baru nanti,” ungkap Menteri yang akrab disapa Ara tersebut.

Kota Baru di Kabupaten Tangerang menjadi proyek mercusuar BSN. Pengembangan hunian itu akan menggunakan lahan dari Kementerian Hukum seluas 3 hingga 4 hektare. BSN juga bersiap masuk ke pembiayaan rumah tapak dan rumah susun subsidi sesuai aturan terbaru.

Pangsa Pasar Syariah Makin Menguat

Di segmen perbankan syariah, BSN menguasai 84 persen pangsa pasar KPR Subsidi Syariah. Angka ini menunjukkan bahwa bank syariah semakin menjadi alternatif utama bagi masyarakat berpenghasilan rendah yang ingin memiliki rumah. Persaingan di segmen ini makin ketat, mengingat BRI juga mendominasi pasar KPR Subsidi dengan pangsa pasar 54 persen. Dengan berbagai inovasi pembiayaan termasuk KUR Perumahan, BSN membidik segmen yang selama ini kurang terjamah oleh bank konvensional.

Penguatan peran BSN di sektor perumahan ini sejalan dengan arahan pemerintah untuk mempercepat pembangunan hunian terjangkau. Dukungan regulasi terbaru dari OJK dan Kementerian PKP memberikan landasan kuat bagi bank syariah untuk ekspansi di bisnis pembiayaan perumahan.

Bagi calon pembeli rumah, hadirnya BSN sebagai pemain kuat di pasar KPR Subsidi Syariah membuka peluang lebih luas untuk mendapatkan pembiayaan yang sesuai prinsip syariah. Perkembangan ini sejalan dengan tren meningkatnya permintaan hunian syariah, di mana BSI juga mencatat lonjakan penyaluran KPR Subsidi hingga Rp2,7 triliun. Dengan target 73.700 unit dan tambahan Program KUR Perumahan, langkah BSN ini bisa menjadi penopang utama tercapainya Program 3 Juta Rumah pemerintah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *