Jakarta — Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) mengumumkan kerja sama strategis dengan PT Star Bright International Investment, perusahaan penanaman modal asing (PMA) asal China, untuk membangun kawasan hunian terpadu di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP). Investasi senilai Rp1,25 triliun ini menjadi sinyal kuat bahwa Nusantara mulai dilirik investor global sebagai destinasi properti yang menjanjikan.
Proyek hunian berskala internasional ini direncanakan mencakup empat klaster utama. Apartemen servis berstandar global akan menjadi pilihan bagi ekspatriat dan pekerja profesional. Kawasan hunian unggulan menyediakan lingkungan tempat tinggal berkualitas tinggi bagi masyarakat umum. Area perkantoran modern siap menunjang aktivitas bisnis, sementara fasilitas komersial seperti restoran dan ritel akan menghidupkan suasana kota baru tersebut.
Tahapan Pembangunan Sudah Dimulai
PT Star Bright International Investment merupakan afiliasi dari Zhongda Jiancheng Engineering Management Group Co., Ltd. serta Indonesian Hainan Chamber of Commerce. Perusahaan ini membawa pengalaman lebih dari 20 tahun di industri properti global, dengan rekam jejak proyek prestisius seperti Bifeng Waterfront Project.
Jadwal pembangunan sudah dirancang secara terukur. Maret 2026 menjadi momen penandatanganan perjanjian kerja sama, diikuti tahap pengurusan perizinan dari Maret hingga Agustus 2026. Targetnya, kuartal III-2026 pembangunan fase pertama sudah bisa dimulai di kawasan KIPP. Meski demikian, pasar properti nasional masih menghadapi tekanan signifikan, terutama dari sisi penjualan yang melambat.
Nusantara Dipandang sebagai Destinasi Investasi Global
Direktur Utama PT Star Bright International Investment, Lu Keming, menyampaikan keyakinannya terhadap masa depan ibu kota baru Indonesia. “Kami optimis dengan adanya Ibu Kota Nusantara ini, yang akan menjadi kota terindah di dunia,” ujarnya.
Otorita IKN menegaskan bahwa masuknya investasi asing ini membuktikan keseriusan pemerintah dalam membangun ekosistem hunian dan aktivitas ekonomi di Nusantara. Keberadaan investor China di KIPP menjadi bukti nyata bahwa kepastian hukum dan pelayanan transparan yang ditawarkan Otorita IKN mulai mendapat kepercayaan dari pelaku bisnis internasional.
Langkah ini sejalan dengan strategi besar pemerintah menjadikan Nusantara sebagai kota dunia berkelanjutan sekaligus pusat pertumbuhan ekonomi baru. Di tengah rantai pasok properti yang porak-poranda akibat pelemahan rupiah, kehadiran investasi besar dari China memberikan sinyal positif bagi industri properti nasional.
Dengan hadirnya kawasan hunian premium, perkantoran modern, dan fasilitas komersial berstandar internasional, IKN semakin menunjukkan progres nyata dalam mewujudkan visi sebagai ibu kota yang representatif bagi Indonesia di mata dunia. Sementara itu, mayoritas warga RI tetap mengandalkan KPR untuk memiliki rumah, meski penjualan properti di awal 2026 mengalami penurunan.











