Jakarta — PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI berencana mengubah kawasan Stasiun Manggarai menjadi pusat bisnis baru Ibu Kota. Rencana ambisius ini mencakup pembangunan central business district (CBD) berkonsep serupa Sudirman Central Business District (SCBD) di atas lahan seluas 62 hektare.
Direktur Utama KAI Bobby Rasyidin memastikan pengembangan kawasan ini akan mengusung konsep Transit Oriented Development (TOD). Konsep ini terintegrasi langsung dengan transportasi publik, kawasan komersial, pusat bisnis, fasilitas olahraga, hingga area hiburan.
Arahan Langsung Presiden Prabowo
Bobby mengungkapkan bahwa rencana ini merupakan arahan langsung dari Presiden RI Prabowo Subianto. Prabowo meminta agar kawasan Manggarai didesain menjadi CBD Jakarta kedua dengan fasilitas kelas dunia.
“Jadi, bapak presiden itu berpesan kepada saya, tolong itu didesain menjadi CBD Jakarta yang kedua, yang di situ kalau perlu itu ada convention hall bintang lima, ya, hotel bintang lima, dan kawasan leisure yang bintang lima juga,” ujar Bobby.
Selain gedung perkantoran dan hotel mewah, KAI juga akan membangun hunian layak dan murah di kawasan tersebut. Peletakan batu pertama atau groundbreaking proyek hunian dijadwalkan pada Juli 2026.
Rusun Cicilan Rp2,9 Juta per Bulan
Proyek hunian ini akan digarap oleh anak usaha KAI, PT KA Properti Manajemen. Mereka merencanakan pembangunan tujuh tower setinggi 24 lantai di atas lahan seluas 2,1 hektare.
Di Blok G, akan dibangun 1.210 unit hunian yang dikhususkan untuk Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) dan Masyarakat Berpenghasilan Tertentu (MBT). Sementara di Blok F, terdapat 3.432 unit hunian dengan konsep lebih premium.
Direktur Komersial PT KA Properti Manajemen Endiyanto menjelaskan, unit di Blok G tersedia dalam tipe 36 dan tipe 45. Harga mulai Rp500 juta untuk tipe MBR hingga Rp630 juta untuk luasan 45 meter persegi.
Deputy Subsidized Mortgage Division BTN, Umi Hardinajati, memaparkan skema pembiayaan yang tersedia. Calon pembeli cukup membayar uang muka 1 persen atau Rp5 juta dengan plafon kredit Rp495 juta untuk hunian seharga Rp500 juta.
“Jadi, kalau tenornya 30 tahun, suku bunga 6 persen itu teman-teman cukup membayar angsuran per bulannya Rp2,9 juta, fix selama 30 tahun. Mau nanti teman-teman naik gaji tiap tahun, mau tiap 5 tahun, angsurannya tetap gitu ya,” ungkap Umi.
Skema KPR dengan cicilan tetap ini menjadi solusi menarik di tengah fluktuasi suku bunga acuan Bank Indonesia. BTN sebagai bank penyalur subsidi optimistis program ini dapat menjangkau masyarakat berpenghasilan rendah yang selama ini kesulitan mengakses hunian layak.
Dukungan Penuh BUMN
KAI menggandeng sejumlah BUMN untuk mendukung seluruh fasilitas kawasan. Pasokan listrik, air bersih, gas bumi, hingga internet akan disiapkan untuk menunjang kehidupan penghuni.
Proyek ini ditargetkan rampung pada akhir 2027. Dengan adanya hunian vertikal terintegrasi transportasi publik ini, Manggarai berpotensi menjadi kawasan TOD terbesar di Jakarta yang mengakomodasi berbagai lapisan masyarakat.
Transformasi Manggarai menjadi CBD baru ini sekaligus menjawab kebutuhan hunian terjangkau di tengah kota. Konsep TOD yang diusung memastikan penghuni dapat mengakses berbagai moda transportasi publik tanpa harus bergantung pada kendaraan pribadi.
Melihat tren penyaluran rumah subsidi oleh BTN yang mencapai 6 juta unit, program Manggarai ini menjadi langkah strategis dalam mempercepat pemenuhan kebutuhan hunian masyarakat berpenghasilan rendah. Kehadiran rusun berkonsep TOD di jantung ibu kota menjadi bukti bahwa hunian terjangkau tetap bisa dibangun dengan kualitas dunia.











